You are here: Artikel Opini RISALAH AKIKAH
 
 

RISALAH AKIKAH

E-mail Print PDF

 

A. PENGERTIAN AKIKAH

Kata akikah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’I berpendapat: Akikah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang di potong disebut akikah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing disembelih.

 

Akikah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Dalam akikah ini yang disembelih adalah kambing, bukan ayam atau sapi atau unta dan lain sebagainya. Bagi laki-laki akikahnya dua ekor kambing yang seimbang/ setara dan bagi perempuan seekor kambing. Hal ini berdasarkan keterangan Aisyah sebagai berikut:

 

أﻤﺮﻧﺎ ﺴﯘﺍﻠﻟﱞﻪ ﻋَﻠﻴﻪ ِﻮَﺴَﻟَّﻢ َﺃﻨَﻌۥﻖ ّﻋَﻦ ﺍﻠْﻌﱞﻸ ﻡِ ﻴَﺸَﺎَ ﺘَﻴْﻦ

ﻮَﻋَﻦ ٲﻠﺠَﺎ ﺮ ِﻴَﺔِ ﻴﺸَﺎ ﺓَ

Artinya: Rasulullah SAW memerintahkan kepada kami supaya menyembelih akikah untuk anak laki-laki kami dua ekor dan untuk wanita seekor. (HR. Tirmidzi)

B. DALIL DI SYARI’ATKAN AKIKAH

Rasulullah SAW telah bersabda:

 

ﺍَﻟْﻐۥﻸﻡۥ ۥﻤﺮْ ﺘَﻬِﻦٌ ﺒِﻌَﻗِﻴْﻗَﺘِﻪِ ﺘَﺪٌ ﺒَﺡۥ ﻋَﻧْﻪۥ ﻴَﻭْ ﻡَ ﺍﻟﺴﱠﺎ ﺑِﻊِ

ﻭَ ﻴۥﺣْﻠَﻖۥ ﺮً ٲﺴۥﻪۥ ﻭَ ﻴۥﺴَﻡﱠ

Anak-anak tergadai (tertahan) pada akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama. (HR Tirmidzi, Nasa’I, dan ibnu mdjah, dari Hasan)

Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah r.a., ia berkata:

Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

ﻟِﻟْﻐۥﻸﻡِ ﻋَﻗِﻴْﻗَﺘَﺎ ﻥِ ﻭَ ﻟِﻟْﺠَﺎ ﺮِ ﻴَﺔِ ﻋَﻗِﻴْﻗَﺔٌ

bagi anak laki-laki duaekor kambing yangsama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzy dan Ahmad)

 

C. HUKUM DAN WAKTU PELAKSANAAN AKIKAH

Hukum akikah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah sunnah mukkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi,

 

............ ﺍ َ ﻟْﻐۥﻸﻡۥ ۥﻤﺮْﺘَﮭِﻥٌ ﺒِﻌَﻗِﻴْﻗَﺗِﮫِ ﺗَﺪٌ ﺒَﺢۥ ﻋَﻨْﮫۥ ﻴَﻭْ ﻡَ

ﺍﻟﺴﱠﺎ ﺒِﻊ

“Anak tergadai dengan akikahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)”. (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih)

Pada dasarnya akikah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan akikah menjadi beban ayah. Namun demikian, ketika kecil ia belum diakikahi, ia bisa melakukan akikah sendiri disaat dewasa atau kapan saja ketika mampu. Suatu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad: “ada orang yang belum di akikahi apakah ketika besar ia boleh mengakikahi dirinya sendiri?”, Imam Ahmad menjawab, “menurutku, jika ia belum diakikahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh.” Para pengikut Imam Syafi’I juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diakikahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan akikah sendiri.

Pada perinsipnya ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT:

ﻴﺮﻴﺪﺍﷲﺒﻜﻡﺍﻟﻴﺴﺭﻮﻻﻴﺭﻴﺪﺒﻜﻡﺍﻟﻌﺴﺮ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. (QS Al Baqarah: 185)

D. HEWAN

Di dalam riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi disebutkan: Dari Ummu Kurzin Al-Ka’biyah, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang akikah. Beliau bersabda: “untuk bayi laki-laki dua ekor kambing kibas dan untuk bayi perempuan seekor kambing kibas dan tidaklah merugikan kemu yang jantan atau yang betina.”

 

Hadits diatas menyatakan secara jelas bahwa kambing untuk akikah boleh jantan boleh betina. Tentang umur binatang tersebut, tidak ada perinciannya lebih lanjut dari Rasulullah SAW.

 

E. PROSESI AKIKAH

Walaupun belum lazim dilakukah walimatul, akikah bias dilakukan dengan mengundang saudara, tetangga, anak yatim dan dhuafa di sekitar kita.

 

ﺍَﻟْﻐۥﻸﻡۥ ۥﻤﺮْ ﺘَﻬِﻦٌ ﺒِﻌَﻗِﻴْﻗَﺘِﻪِ ﺘَﺪٌ ﺒَﺡۥ ﻋَﻧْﻪۥ ﻴَﻭْ ﻡَ ﺍﻟﺴﱠﺎ ﺑِﻊِ

ﻭَ ﻴۥﺣْﻠَﻖۥ ﺮً ٲﺴۥﻪۥ ﻭَ ﻴۥﺴَﻡﱠ

Anak-anak tergadai (tertahan) pada akikahnya, disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari itu pula dicukurlah ia dan diberi nama. (HR Tirmidzi, Nasa’I, dan ibnu mdjah, dari Hasan)

Adapun urutan prosesi akikah:

1. Mencukur rambut dengan cara yang baik

Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Ibnu Umar ra mengatakan bahwa:

Nabi Muhammad SAW melihat seorang bayi yang dicukur sebagian kepalanya dan ditinggalkan yang lainnya. Maka beliau melarang orang melakukan hal itu dan bersabda: “cukurlah olehmu atau tinggalkan seluruhnya.”

Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan.

 

2. Menimbang rambut hasil cukuran.

Rambut hasil cukuran tersebut ditimbang dan nilai timbangan diwujudkan dengan emas atau perak lalu disedekahkan kepada fakir miskin atau anak yatim.

Ibnu Ishaq meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abu Bakar, dari Muhammad bin Ali bin Husain ra, ia berkata: “Rasulullah melakukan akikahberupa seekor kambing untuk Hasan. Beliau bersabda: “Fatimah cukurlah rambutnya” Fatimah kemudian menimbangnya dan timbangannya kemudian mencapai perak seharga satu dirham atau setengah dirham.”

 

3. Menamai anak

Pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orangtua. Diantara nama, nama yang baik diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau: dari jabir ra dari Nabi SAW beliau bersabda:

“namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Menyembelih kambing

Adab menyembelih hewan akikah:

a) Menghadapkan kepala hewan akikah kearah kiblat saat memotong hewan akikah.

b) Berdo’a

 

ﺒِﺸْﻡِﺍﷲِ, ﺍﷲﺍﻜْﺒَﺭْ, ﻫِﺬِﻩِ ﺍﻟﻘِﻴِﻘَﺔ ﻤِﻧْﻙَ ﻮَﺍِﻟَﻴﻙَ ﺘَﻘَﺒَﻞ

ﻋَﻘِﻴْﻘَﺔ...............

Artinya: dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah, akikah ini adalah karuniamu dan aku kembalikan kepadamu. Ya Allah ini akikah (sebut nama yang di akikahi) maka terimalah.

c) Pisau ditekan dengan kuat ke leher hewan, hingga saluran pernapasan dan saluran makanan benar-benar putus.

 

5. Makan dan do’a bersama

Alangkah baiknya sebelum makan dan do’a bersama diawali dengan pengajian tentang nilai-nilai keislaman baik yang berhubungan dengan akikah atau materi-materi keislaman. Lalu sebelum makan bersama dimulai dengan do’a yang ditujukan kepada anak yang di akikahi agar menjadi anak yang shaleh/ shalehah, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbakti kepada kedua orangtuanya dan kelak mampu mendarmabaktikan dirinya untuk ‘izzul Islam wal muslimin.

 

F. PENYALURAN AKIKAH

Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan akikah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam. Walau bagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat kita disunahkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. p>

 

Daging selain disedekahkan juga bias dimakan oleh keluarga yang melakukan akikah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah ra:

sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi).

G. HIKMAH AKIKAH

1. Wujud rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT

2. Mewujudkan rasa saling berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu (dhuafa)

3. Mempererat ukhuwah sesama kaum muslim

 

 

H. AKIKAH DAN KEPEDULIAN

Pada aspek sosial, ibadah akikah dapat menjalin ukhuwah pada sesame tatkala kambing yang di sembelih lalu di masak. Masakan akikah tetapi dibagikan kepada masyarakat yang tidak berpunya (dhuafa) baik dari kalangan yatim piatu atau dhuafa pada umumnya, terlebih jika dalam pengadaannya pun melibatkan para peternak kecil yang siap menyediakan hewan akikah, belum lagi apabila hasil dari pengelolaan akikah dikembalikan kepada orang-orang tak berpunya (dhuafa) dalam bentuk yang lain.

 

I. ALASAN AKIKAH MELALUI DDLIVESTOCK DOMPET DHUAFA

Ddlivestock merupakan lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang bergerak dalam bidang peternakan. Produk yang kami tawarkan kepada masyakat yaitu berupa layanan akikah, shodakoh ternak, penjualan ternak untuk keperluan kurban, perbibitan dan penggemukan, serta produk olahan berupa kulit hewan dan susu.

 

Kami pun memiliki jaringan kemitraan dengan peternak melalui Program Pemberdayaan Peternak di 18 provinsi menyebar hingga ke pelosok daerah di Indonesia yang mampu menjaga kualitas ternak dan pelayanan untuk keperluan akikah serta kurban.

 

Atas dasar itu maka akan sangat layak kami ddlivestock menjadi mitra Bapak/ Ibu dalam mempersiapkan acara tasyakuran, akikah, kurban, dll, karena:

1. Sesuai dengan syari’at Islam

2. Membantu kemudahan perencanaan dan pelaksanaan ibadah anda

3. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak

4. Memperoleh hewan yang sehat, berkualitas, dan sesuai standar syar’i

5. Membantu penyaluran akikah anda menjadi tepat sasaran ke masyarakat dhuafa dan anak yatim

6. Mendukung terbukanya jaringan pasar ternak sehingga membantu menghidupkan roda perekonomian masyarakat di titik sasaran

7. Setiap pemesanan akikah/ tasyakuran/kurban akan kami terbitkan sertifikat.

8. Setiap pemesanan 1 ekor akan mendapat bonus 50 buku risalah akikah

9. Membantu mengantar masakan ke Yayasan Yatim Piatu, PonPes, dan desa terpencil di Jabodetabek sesuai permintaan.

 

J. WILAYAH DISTRIBUSI AKIKAH

Akikah dari anda dapat kami salurkan melalui jaringan kemitraan Program Pemberdayaan Peternak di 18 provisnsi di Indonesia. Wilayah jangkauannya yaitu:

Lahat, Bengkulu, Lampung, Tasik, Solo, Jogjakarta, Kendal, Kedu, Pati, Klaten, Pacet, Blitar, Ponorogo, Grobogan, Madiun, Magetan, Tuban, Tegal, Tulungagung, Pacitan, Sampang, Malang, Banyuwangi, Nganjuk, Garut, Lampung, Tangerang, Bima, Dompu, Maumere, Sikka, Ambon, Sorong, Maluku Tenggara, Kendari, Makassar, Banjarmasin, Sumatra Selatan, Malingping, Pandeglang, dll

K. PENUTUP

Demikian risalah akikah yang bias kami sajikan kepada para pelanggan khususnya dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga risalah yang kecil ini bermanfaat bagi kita semua dan mampu menggugah seluruh kaum muslimin yang membaga risalah ini agar termotivasi untuk menjalankan amalan yang disunahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sebagi perwujudan/ penampakan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Dengan telah di akikahinya anak kita menjadi kan kita dan anak kita seakan tidak ada jarak karena sudah terlepas dari gadainya.

 

Semoga Allah SWT meridhoi amal kita semua. Amin.

 

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy