You are here: Artikel Suara Mitra WORKSHOP KEMITRAAN PEMBERDAYAAN PETERNAK DDLIVESTOCK
 
 

WORKSHOP KEMITRAAN PEMBERDAYAAN PETERNAK DDLIVESTOCK

E-mail Print PDF

 

Untuk yang kali kedua di tahun 2010 ddlivestock mengadakan pertemuan dengan mitra jejaring program pemberdayaan kurban, pertemuan tersebut diadakan di salah satu wilayah priangan arah Timur Ibukota Jawa Barat tepatnya di Kota Garut. Workshop ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 17 – 18 Juni 2010 bertempat di Hotel Cipanas Indah Kabupaten Garut, dihadiri oleh 50 mitra pemberdayaan kurban yang mewakili 33 lembaga di wilayah Jawa dan luar Jawa. Pertemuan yang dilaksanakan ini terasa lain dengan pertemuan yang diadakan pada sebelumnya, salah satu perbedaan yang dirasakan pada pertemuan ini adalah kehadiran 2 orang Direksi Dompet Dhuafa yaitu Bapak Ahmad Juwaeni selaku Direktur Eksekutif DD dan Bapak Kusnandar sebagai Direktur SSD Dompet Dhuafa, yang hadir dari mulai pembukaan hingga akhir acara, serta tema yang diusung terkait dengan peningkatan kualitas pemberdayaan yang dijalankan oleh mitra di masyarakat dan peningkatan pelayanan kualitas ternak bagi program THK Dompet Dhuafa. Selain itu tujuan dilaksanakannya workshop ini adalah:

· Meningkatkan komunikasi dan kesamaan visi misi antara dompet dhuafa sebagai pemilik program dengan mitra-mitra lembaga pemberdayaan sebagai pelaksana program

· Mendapatkan pola-pola model pemberdayaan yang dapat dijalankan oleh ddlivestock pada program kemitraan

 

· Memperoleh pola sinergitas antara kegiatan usaha peternakan ddlivestock dengan pemberdayaan kampoeng ternak.

 

Workshop ini dibagi dalam tiga sesi diskusi, pada sesi pertama menampilkan pembahasan program pemberdayaan yang dijalankan oleh para mitra, pembahas dalam sesi ini diwakili oleh 5 lembaga kemitraan yaitu FES PRITI Tasikmalaya diwakili oleh H. Nana Setialaksana, M.Pd, Ponpes ABA Klaten diwakili oleh Akbar Mahali, S.Pt, BMT Mentari NTB diwakili oleh Syafran, S.E, Peduli Dhuafa Nganjuk diwakili oleh Abdul Aziz, dan LPU Arafah Banjarmasin diwakili oleh Chafid Baihaki. Dalam pembahasan ini mereka menyampaikan sejarah panjang awal mula program dijalankan, pola pemberdyaan yang dijalankan, sistem pembagian hasil dengan peternak, dan harapan mitra terhadap program THK Dompet Dhuafa. Diharapkan pada sesi ini peserta workshop dan khususnya direksi Dompet Dhuafa mengetahui dan memahami program pemberdayaan yang dijalankan oleh mitra di masing-masing daerah.

Adapun pada sesi kedua pembahasan workshop disampaikan oleh jajaran direksi Dompet Dhuafa, materi yang disampaikan terkait dengan integrasi pola pemberdayaan dengan bisnis. Bapak Ahmad Juwaini selaku Direktur Exekutif memaparkan tentang pengertian pemberdayaan di masyarakat, menurut beliau pada tingkat awal pemberdayaan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok kepada masyarakat yang tidak mampu, jika hal tersebut telah dilaksanakan maka tahapan selanjutnya memberikan kesempatan bekerja kepada orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, kemudian pemberdayaan diarahkan untuk meningkatkan pendapatan bagi mereka yang telah memperoleh pekerjaan tetapi pendapatan mereka tidak mencukupi, pemberdayaan pun dalam rangka mendahulukan mereka yang mengalami kekurangan serta memanfaatkan sumber daya alam menjadi sumber produktif, selain itu pemberdayaanpun sangat terkait dengan proses bisnis yaitu memberikan keuntungan dengan cara meningkatkan skala usaha yang dijalankan pada masyarakat. Selain Ahmad Juwaini, Kusnandar selaku Direktur SSD Dompet Dhuafa menyampaikan pola pemberdayaan yang dijalankan oleh ddlivestock dan Kampoeng Ternak, beliau menjelaskan adanya perbedaan aktivitas yang dijalankan oleh dua lembaga jejaring Dompet Dhuafa tersebut. Jika Kampoeng Ternak (KT) berorientasi kepada pemberdayaan peternak dhuafa dengan strategi pendampingan intensif sehingga alur pekerjaannya tidak mengarah kepada bisnis lembaga tetapi mengarah peningkatan pendapatan peternak mustahik, adapun ddlivestock kearah bisnis peningkatan income lembaga, hal ini karena adanya perbedaan sumber dana yang digunakan oleh dua lembaga Kampoeng Ternak dan ddlivestock. Jika Kampoeng Ternak bersumber dari dana zakat sedangkan ddlivestock dari dana non zakat atau dana titipan zakat yang harus dikembalikan kepada Dompet Dhuafa. Meskipun dari orientasi lembaga dan sumber dana yang digunakan berbeda tetapi dari aspek objek peternak yang dilibatkan pada program pemberdayaan baik KT maupun ddlivestock lebih memprioritaskan dari kalangan mustahik.

Semoga pelaksanaan workshop ini membawa perubahan bagi pengelolaan program pemberdayaan secara keseluruhan dan memberikan kemaslahatan bagi para peternak yang diberdayakan. (DR 10)

 

Comments (0)Add Comment

Write comment

busy