Menurut Prof (Riset) Dr Kusuma Diwyanto, MS bahwa untuk menyukseskan swasembada daging tahun 2014 membutuhkan keterpaduan dan komitmen semua pihak, mulai peternak, lembaga penelitian sampai kebijakan pemerintah. “Program swasembada daging sapi dan kerbau tahun 2014 harus dapat diwujudkan, karena populasi sangat memadai dan Indonesia mempunyai kelimpahan pakan. Teknologi inovatif juga sudah tersedia, tinggal kemauan kita saja”, ujarnya dalam pertemuan dengan para karyawan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Kamis (29/12).
Dr Kusuma yang datang ke Aceh bersama Ir Bambang Setiadi, MS dari Puslitbangnak Bogor optimis bahwa program swasembada daging berkelanjutan dapat dilakukan dengan upaya melakukan tunda potong sampai mencapai bobot maksimal sesuai potensi genetik dan potensi ekonominya. Selain itu, untuk menjaga keberlanjutan swasembada harus dilakukan upaya-upaya khusus untuk mencegah pemotongan sapi/kerbau betina produktif, menekan angka kematian, meningkatkan produktivitas dan memperbaiki mutu genetik. “Lima hal tersebut harus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan,” tegasnya.






















